RSS

“LDR itu susah ya,” katanya…

07 Jul

Malam ini, malam pertama liburan saya. Dan sudah lama tidak mengisi blog yang mungkin sekarang udah banyak “sarang laba-laba”nya gara-gara udah ga pernah lagi ditengokin :p

Yah, jadi gini. Iseng-iseng saya menuliskan keyword “LDR itu susah” di search engine Google, dan ternyata cukup banyak artikel yang memuat tentang itu. Latar belakang saya menuliskan keyword itu adalah akhir-akhir ini pacar saya yang galau dan cukup sering ngomong “LDR itu susah ya”

 Gambar

 

Susah? Oke, saya juga susah buat mengerti itu. Sebuah keluhan yang hanya terdiri dari 4 buah kata. Sebuah kalimat yang mampu membuat saya cukup miris, dan merasa tergelitik untuk mengajukan pertanyaan lagi, “Terus kenapa?”

Berawal dari kejadian itu, saya menganggap kalo semuanya itu pasti bisa dijalani asalkan ada niat! Saya ingat-ingat perkataan Ibu saya “Jalani semuanya pake niat, gak usah main-main”. Meski baru pertama kalinya saya LDR, tapi toh saya cukup nyaman dengan kondisi ini. Masih bisa bebas main sama temen2, bebas mau ngapain aja, kemana aja meski ga ada pendamping. Toh, saya juga masih punya banyak teman. Beda lagi kalo ga ada yang bisa diajakin buat jalan T-T

Baiklah! Memang susah sih kalo ngeliat kejadian diatas. Jalan kemana-mana sendiri, kadang juga sama temen, kalo ga ada temen jalan, apalagi kalo malem minggu ya bisanya cuman di rumah aja. Berasa jomblo kan? Padahal di berbagai social media yang saya punya, semua avatarnya sudah saya pakaikan foto berdua sama si pacar, info relationship juga berpacaran sama si dia. Tapi, galau ternyata masih menyertai kehidupan saya.

LDR itu sama kayak pacaran, tapi cuman sekedar status. Orang lain tau saya pacarnya, dan dia pacar saya. Hanya itu! Ga pernah jalan bareng, ga pernah diapelin dan ga pernah diantar jemput. Mungkin saya sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini, karena mungkin pacar-pacar saya sebelumnya itu ya macemnya kayak gitu. Ga seperti apa yang pernah diceritain si pacar saat menjalani hubungan dengan pacar-pacar sebelumnya, yang sering banget ketemuan…

Ya mungkin itulah alasan kenapa pacar saya mengeluh seperti itu. Sebenarnya jarak Surabaya-Jakarta itu ga cukup jauh sih, dan ga cukup dekat juga. Tapi cukup mahal ongkosnya dan cukup lama perjalanannya ==’ Apa yang dikeluhkan itu merupakan apa yang sedang ia rasakan. Terus berusaha saja lah untuk tidak putus berkomunikasi, berusaha mengetahui keadaannya, dan sedikit posesif juga boleh. Memberikan perhatian ekstra juga diperlukan agar si pacar tidak melirik ke yang lain, tapi jangan banyak2 deh, daripada nanti malah salah paham. Inget, sesuatu yang berlebihan itu enggak baik! Biarkan saja bebas, toh pacaran itu adalah sebuah komitmen koq.

Tetap berusaha menjaga hubungan ini. LDR itu butuh pengorbanan yang banyak lho. Sayang banget kalo disia-siakan. Biarkan semua mengalir apa adanya. Optimis untuk berkata “Aku berusaha untuk menjadikannya lebih mudah koq”

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 7 Juli 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: