RSS

LDR… Ini memang sulit,,

03 Apr

Sebenarnya ga pernah nyangka bakalan mengalami hubungan jarak jauh kayak gini. Belum pernah dibayangkan sebelumnya. Padahal tuh ya, dulu saya sering banget ngolok-ngolok sahabat saya yang lagi LDR. Actually, hal itu pun saya alami juga saat ini.

Mungkin penderitaaan LDR yang dialami oleh sahabat tidak sedahsyat yang saya alami. Yah, sahabat saya menjalani LDR tidak dari awal ia menjalani hubungan dengan pacarnya. Ia baru mengalami LDR ketika hubungan mereka sudah mencapai angka 6 bulan. Sedangkan saya? Dari awal masa-masa pdkt, saya telah menjalani LDR. Awal-awal PDKT yang cukup menyiksa. Saya tinggal di Surabaya, dan pacar saya bekerja di Jakarta. Semuanya absurd. Semu! Karena cuman bisa mendengar suara sang pujaan hati lewat telepon, saling bertukar kabar via SMS, dan memanfaatkan semua jejaring sosial yang sama-sama kita miliki.

Pertama kali ketemu pun rasanya kayak blind date. Bagaimana rupa nyata orang yang selama ini mendekati saya? Saya mengira-ngira dan mengambil kemungkinan terburuk. Jangan-jangan profile picture yang dipasang itu palsu, penuh editan, dan berbagai asumsi buruk sudah melayang-layang di otak saya. But, at least, saya cukup beruntung lah, ternyata pacar saya cukup lumayan ganteng juga. Kami jadian. Dia kembali ke Jakarta. And LDR is begin!

Masa-masa pacaran kami tidak jauh beda dengan masa pdkt. Saya habiskan dengan hanya menelpon, berkirim SMS, dan kadang melakukan video call via skype. Dengan jangka waktu 3 bulan kami berpacaran, saya baru dua kali bertemu dengannya. Miris! Tapi itulah ujian yang harus kami hadapi bersama.

Banyak hal yang sudah kami lalui. Mulai dari maaf-maafan karena merasa salah (padahal lebaran masih jauh), saya yang mewek karena saking kangennya, sampe ketawa ngakak yang bikin perut melilit. Dengan LDR, saya merasa sangat menghargai adanya pertemuan. Kalau dengan pacar-pacar yang dulu sih, ketemu ya sekedar apel. Tapi kalo sekarang, ketemu ya harus benar-benar dimanfaatkan sebagai quality time.

Dengan LDR juga bisa melatih kesabaran. Yang namanya musuh para penikmat LDR itu adalah Rindu. Kadang kalo rindu itu sudah sampai ubun-ubun, dan pacar ga ngerespon. Beuuuuh, udah pengen galau aja. Be Positive Thinking aja! Siapa tau si pacar emang lagi sibuk kerja, kalo sibuk maen game sih lain lagi ceritanya! Haha… Yang pasti sih, sabar aja menghadapinya. Mengalah, kalo dirasa perlu, ya bisa lah dilakukan. Tapi ingat, kesabaran orang jangan dipermainkan, karena kesabaran itu ada batasnya. Tetap sabar, tapi tetaplah rasional.

LDR juga bisa melatih kesetiaan lho. Dengan adanya komitmen saat kami mendeklarasikan untuk memiliki hubungan spesial, kami sudah berjanji untuk bisa saling jujur. Jujur dalam hal apa saja. Meski letak kami jauh, cukuplah kasih kepercayaan pada pasangan kita. Jika nantinya si pacar menyalahgunakan kepercayaan yang udah dikasih. Cukup serahkan saja ama Allah. Karma itu pasti ada koq! Jangan khawatir…

Setidaknya yang telah saya lakukan saat ini adalah saling menjaga komunikasi.  SMS dengan jumlah yang sangat banyak malah bikin bosan. Usahakan SMS atau telpon dengan sekedarnya saja. Masing-masing dari kita pasti memiliki kesibukan sendiri-sendiri.

Dan yang paling penting dalam menjalani hubungan LDR itu adalah berusaha untuk menghindari konflik. Biasanya konflik terjadi karena menumpuknya rasa rindu, dicampur dengan kecurigaan-kecurigaan, serta menghilangnya pacar dari “inbox sms” kita. Sepatutnya, kalo kita pintar, rindu itu bisa dikelola koq. Harus bisa saling mengerti satu sama lain. Kalopun ada konflik, biarlah itu menjadi bumbu dalam hubungan LDR ini.

LDR itu punya taste sendiri koq dibandingkan yang gak LDR. Gregetnya itu lebih banyak. Yah, tapi pokoknya jangan sampe mendistorsi aktivitas kita sehari-hari.  Dan saya bersyukur menjalani hubungan seperti ini. Memberikan banyak pelajaran berharga. Semoga para LDR’ers berakhir bahagia yaaaak!

Iklan
 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 3 April 2012 in Uncategorized

 

2 responses to “LDR… Ini memang sulit,,

  1. AMYunus

    4 April 2012 at 02:02

    Wah.. LDR toh ponakanku satu ini..
    dan ternyata di Jakarta juga. di manakah itu?
    Semangat dek! Jaga komunikasi ya sama si mas! 😉

     
    • arialuqita

      13 Januari 2013 at 23:10

      Pakdheeee, aku baru melihat ada komentar seperti ini di wp-ku
      Semangaaaat jg buat Pakdhe yg tiba2 ilang ga ada kabar :p

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: