RSS

Love?! Ini nih teorinya,,

24 Nov

Ini bukan notes galau. Meski memang sebenernya saya sering dibuat galau oleh yang namanya Cinta. Tapi bukan itu yang bakal saya bahas saat ini.

Anda pernah merasakan cinta?

Dengan siapa? ( Karena cinta itu melibatkan dua orang, kalo mencintai dirinya sendiri itu namanya apatis!)

Kayak apa sih rasanya cinta?

Sedikit ilmiah nih. Menurut Izard (dalam Strongman, 1998) cinta itu dapat mendatangkan segala jenis emosi, baik yang menyenangkan maupun yang menyakitkan. Jadi jangan salahin kalo orang lagi diliputi rasa cinta bisa jadi manis banget, bisa jadi kejam banget. Hehehe :p

Nah, buat anak2 psikologi pasti sudah tau siapa orang yang terkenal dengan teori Cinta-nya? Yah, sebut saja Sternberg. Kerennya, Teori Cinta Sternberg…

Dalam teorinya, Sternberg mengemukakan bahwa cinta itu sebenarnya memiliki tiga dimensi, yaitu hasrat (passion), keintiman (intimacy) dan komitmen/keputusan (commitment/decision). Apa bedanya? Nih, akan saya jelasin satu persatu.

1.Hasrat

Dimensi ini menekankan pada intensnya perasaan serta keterbangkitan yang muncul dari daya tarik fisik dan daya tarik seksual. Pada jenis cinta ini, seseorang mengalami ketertarikan fisik secara nyata, selalu memikirkan orang yang dicintainya sepanjang waktu, melakukan kontak mata secara intens saat bertemu, mengalami perasaan yang sangat indah seperti melambung kea wan, mengagumi dan terpesona dengan pasangan, detak jantung meningkat dan segala hal yang mampu membuat seseorang bahagia

2. Keintiman

Dimensi ini tertuju pada kedekatan perasaan antara dua orang dan kekuatan yang mengikat mereka untuk bertemu. Sebuah hubungan akan mencapai keintiman emosional jika kedua pihak saling mengerti, terbuka dan saling mendukung, serta bisa berbicara apapun tanpa merasa takut ditolak. Mereka mampu untuk saling memaafkan dan menerima, khususnya ketika mereka tidak sependapat atau berbuat kesalahan.

3. Komitmen/Keputusan

Pada dimensi ini, seseorang berkeputusan untuk tetap bersama dengan seorang pasangan dalam hidupnya. Komitemn dapat bermakna mencurahkan perhatian, melakukan sesuatu untuk menjaga suatu hubungan tetap langgeng, melindungi hubungan tersebut dari bahaya, serta memperbaiki bila hubungan dalam keadaan kritis.

(sumber : buku Psikologi Sosial entah siapa pengarangnya, karena saya hanya mem-fotocopy beberapa bab :p )

Nah, jadi dimensi cinta apakah yang selama ini kalian punyai untuk orang tua? Untuk teman? Atau untuk kekasih Anda?

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 24 November 2011 in coretan, Psikologi

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: