RSS

Mencari kerja itu gak cuman bondho nekat rek!!

23 Mei

Manusia semakin banyak. Semakin banyak keluarga yang memiliki anak. Semakin banyak anak-anak yang sekolah dan semakin banyak pula anak-anak yang lulus dari sekolah mereka. Jumlah lulusan ini kemudian berubah menjadi jumlah lulusan sekolah yang sangat membutuhkan pekerjaan. Tugas utama anak-anak bersekolah adalah belajar, namun tujuan utamanya adalah agar bisa bekerja.

Seiring dengan berjalannya waktu, jumlah lulusan, baik sekolah maupun perguruan tinggi semakin banyak. Namun, hal ini tidak diikuti dengan kesempatan kerja yang terbatas. Maka, jawabannya adalah semakin banyak pengangguran. Toh kita sudah susah payah memeras otak, menghabiskan duit orang tua dan membeli buku tapi kenapa hasilnya seperti ini?

Dunia kerja layaknya dunia pertarungan. Saat menaruh surat lamaran kita di suatu tempat, kita disuruh menunggu terlebih dahulu. Inilah proses seleksi administrasi. Jawabannya ada dua, yakni stop disitu saja atau dilanjutkan ke proses seleksi yang lebih tinggi. Yah, mencari suatu pekerjaan bukanlah perkara yang mudah. Setelah lolos seleksi administrasi, saatnya seleksi interview. Sebagian besar perusahaan yang mencari angkatan kerja kebanyakan menerapkan prosedur seperti itu. Mereka akan memilih individu-individu yang berkompeten, tangguh dan dapat dipercaya. Pemilihan individu dengan kualifikasi seperti ini tidak sembarangan. Kenyataannya, pekerjaan itu umumnya adalah sebuah tangga bertingkat, mulai dari pekerjaan level rendah, menengah hingga tinggi. Mulai dari security, diangkat sebagai supervisor, lalu staf, kemudian manajer hingga mungkin direktur. Nasib orang siapa yang tahu. Kualifikasi berkompeten, tangguh dan dapat dipercaya dibutuhkan karena semakin naik posisi seseorang maka akan semakin besar pula tanggung jawab yang akan diembannya.

Kebanyakan seorang lulusan SMA biasanya mencari pekerjaan dengan “bondho nekat” (red. Bonek : berbekal kenekatan). Iseng-iseng melamar kerja, lolos seleksi administrasi dan interview dengan “bekal” yang seadanya, lalu diterimalah kerja. Mereka tidak mengerti bahwa akan ada banyak hal yang akan mereka lalui di dunia kerja. Dunia kerja yang penuh tantangan. Dunia kerja yang menuntut mereka untuk bisa bekerja sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Intinya, apapun pekerjaan yang diincar, baik level bawah hingga menengah, membutuhkan berbagai persiapan.
Sebuah contoh, seorang anak yang baru saja lulus SMA melamar sebagai cleaning service di sebuah pusat perbelanjaan. Kasarnya, menjadi seorang cleaning service, seperti yang kita ketahui, pekerjaannya adalah menyapu, mengepel lantai, mengelap kaca hingga membersihkan toilet. Pekerjaan yang dilakukan oleh otot! Tapi setidaknya ketika ingin dipikirkan lebih jauh, cleaning service tidak hanya mengandalkan otot saja. Banyak hal yang membutuhkan kerja otak, seperti bagaimana caranya agar lantai ini bisa bersih dengan seketika, kita harus memakai teknik-teknik mengepel yang benar. Toh, anak itu pasti tidak mau kan bekerja sebagai cleaning service untuk jangka waktu yang lama. Maka, otot harus diselaraskan dengan otak agar nantinya bisa mendapat promosi agar bisa diangkat menjadi kepala kebersihan, posisi diatas cleaning service, dan seterusnya.

Maka dari itu, sebagai seorang lulusan, baik sekolah menengah hingga perguruan tinggi, mestinya kita tidak boleh asal “bondho nekat” seperti itu. Semuanya perlu proses dan harus memiliki banyak persiapan guna menjawab tantangan yang nantinya akan dihadapi di dunia kerja. Setidaknya, persiapan ini nanti sebenarnya bisa didapatkan ketika kita sudah mulai mengenyam bangku sekolah. Ketika sekolah, kita diharuskan untuk rajin belajar agar mendapat nilai yang bagus. Lalu pengalaman organisasi, seperti OSIS, BEM, dan lainnya sebaiknya perlu kita ikuti. Terlibat aktif dalam organisasi tersebut bisa menumbuhkan leadership (kepemimpinan) dan tanggung jawab diri.

Mengutip sebuah pernyataan dari seorang aktivis ternama sekaligus Rektor Universitas Paramadina Jakarta, Anis Baswedan bahwa IPK/Nilai Ujian yang bagus hanya akan mengantarkanmu lolos di seleksi administrasi. Namun ketika kamu harus mengetuk ruang interview, kemampuan leadership mu yang akan kamu butuhkan. Jadi, ketika kita sedang mengenyam pendidikan, upayakan untuk melibatkan diri tidak hanya dalam kegiatan akademik, namun kegiatan non-akademik. Selain nantinya bisa dipakai sebagai bekal dalam dunia kerja, juga bisa mengasah kepintaran kita dalam bagaimana mengelola waktu yang baik (good manage time)
Sebagai seorang lulusan sebaiknya kita harus berjiwa besar dan pantang menyerah. Mengapa hal ini diperlukan? Menjadi seorang yang berjiwa besar itu susah-susah gampang. Kadangkala tebersit sebuah rasa iri ketika bukan kita yang bisa menempati sebuah posisi di salah satu perusahaan, tapi orang lain. Efek dari berjiwa besar ini ialah untuk bisa meminimalisasi rasa iri tersebut dan mengembangkan self-introspection, sebenarnya apa sih yang salah dengan kita? kenapa harus orang lain yang mendapatkannya? Self-introspection mulai bekerja. Oh ya, ternyata saya kurang percaya diri, kurang berwawasan luas atau apapun yang menjadi kelemahan kita.

Selanjutnya adalah sikap pantang menyerah. Dari self-introspection yang telah mengupas semua kelemahan kita, saatnya sikap pantang menyerah yang akan bekerja. Pantang menyerah sangat dibutuhkan bagi para angkatan kerja agar ia bisa terus berusaha dan mencari kesempatan kerja yang lain. Jangan takut gagal, setidaknya kita harus menghargai usaha yang telah kita upayakan untuk hal tersebut. Saat mendapatkan kesempatan kedua, sebaiknya kita berusaha untuk tidak menampilkan diri kita pada saat kesempatan pertama yang penuh dengan kelemahan, tunjukkan diri dengan lebih baik namun apa adanya. Jangan berupaya faking good (terlihat baik secara berlebihan) karena hal itu akan mengurangi makna diri yang sebenarnya.

Kesimpulannya, mulai sekarang kita musti mengolah diri kita sedemikian rupa agar bisa lebih siap nantinya dalam menghadapi dunia kerja. Mulai mengikuti kegiatan-kegiatan yang bermanfaat diluar kegiatan akademik, dan mulai mengelola sikap kita agar selalu bersemangat dan berpandangan lurus ke depan meraih cita-cita yang lebih baik.

*essay (Aria Luqita, Psikologi UNAIR)*

Iklan
 
4 Komentar

Ditulis oleh pada 23 Mei 2011 in coretan

 

4 responses to “Mencari kerja itu gak cuman bondho nekat rek!!

  1. grandchief

    23 Mei 2011 at 15:58

    Tentunya sangat menyenangkan apabila kita bekerja sesuai dengan apa yang kita senangi,bukan asal bekerja biar tidak cepat terhinggapi rasa bosan.btw nggak ada paragrafnya jadi capek ngebacanya 😀

     
    • arialuqita

      29 Mei 2011 at 07:57

      Bener,, bekerja itu harus didasari dgn niat mas dan harus ikhlas biar enak ngejalaninnya.. oya?! terimakasih atas kritikannya, heheh 🙂

       
  2. AMYunus

    22 September 2011 at 18:44

    Weits, essay buat tugas dek?

     
    • arialuqita

      5 November 2011 at 21:00

      Esai buat lomba, tapi ga masuk nominasi >.<

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: